Selasa, 31 Juli 2018

Yuks, Manfaatkan Media Sosial untuk Meraup Rezeki (Untung)


Bagian dalam digital marketing (photodocpri)

Siapa sih yang gak punya Instagram? Atau ada yang gak punya facebook? Oke, bolehlah kalau semisalnya gak punya media sosial tersebut, lalu ada kah yang tidak mengenal dengan ojek online? Atau online shop? Kayaknya semua pasti kenal donk dengan namanya ojek online atau online shop.
Nah, kalau sudah mengenal pasti mau donk untuk merambah lebih jauh bukan saja sebagai pengguna tetapi berperan sebagai pelaku. Bertepatan dengan tanggal 21 Juli 2018, kegiatan bertajuk ‘Meraup Rezeki Melalui Media Sosial’ pun diadakan oleh Indonesian Social Blogpreneur (ISB) bekerjasama dengan Sophie Martin.
Photo Session peserta dan pembicara serta pendukung acara
 Menarik untuk diikuti dengan adanya kegiatan pemaparan Digital Marketing Class oleh Imam Mahmudi. Mas Imam mahmudi mengawali perbincangan dengan definisi Digital Marketing. Sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Mahmudi bahwa Digital Marketing itu intinya yaitu memasarkan produk secara digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi dan relevan, salah satu bagiannya yaitu dengan media sosial. Tentu saja menurut Imam bahwa bagian digital marketing selain media sosial yaitu Landing Page Conversion, Organic Search Engine Placement, Data Mining, Link Building, e-casting, Local Search Marketing, CRM-Database Contact, Pay Per Clicks, Video Marketing, Google Analitics, Search Engine Optimization (SEO). “Adapula Digital Marketing Tactics yaitu SEM, APP Development, Web Design, SEO, Video Production, Email marketing, Branding, Social Media, Content Marketing,” paparnya.
Imam Mahmudi menjelaskan Digital Marketing (dokpri)
 Menyinggung tentang digital marketing tentu saja tidak terlepas tentang sebuah data hasil penelitian dari Hootsuite pada januari 2017 tentang Platform Sosial Media Paling Aktif di Indonesia. “Dimulai dari tertinggi ke terendah yaitu Youtube, Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, Google+, FB Messenger, Line, Linkedin, BBM, Pinterest, WeChat, ” lanjut Imam.
Meraup untung dalam dunia digital saat ini juga perlu pemahaman yang unik terkait pull dan push marketing itu sendiri. Pull marketing itu yaitu melakukan penyebaran konten sedangkan untuk push marketing yaitu dengan penjualan langsung ke konsumen. Ada perbedaan antara pull dan push dengan tradisional maupun dengan internet. Jika cara tradisional pull melalui yellow pages dan classificaton, sedangkan untuk push nya dengan billboard, TV, print. “Melalui online, push nya dengan social media, yaitu dengan cara massif dengan penyebaran konten, sedangkan pullnya yaitu melakukan metode pemasaran dengan penguatan SEO agar mencari barang dengan mudah pun dengan brand di page one pada google, dilakukan dengan Search Engine marketing, dan Online Directories” lanjut Imam kembali.
Bukan saja hal tersebut yang dibahas, kembali Imam melanjutkan bahwa dalam digital marketing perlu pemahaman dengan konsep AIDA (Awareness, Interest, Decision, Action). Tahap Awareness yaitu tahap menarik perhatian konsumen, Tahap Interest yaitu dengan menunjukkan keunggulan produk dengan membangkitkan rasa ketertarika konsumen, Tahap Decision yaitu tahap agar konsumen berniat untuk membeli produk yang dipasarkan, dan tahap Action yaitu tahap terakhir agar konsumen membeli produk.
Pembicaraan yang tak kalah seru yaitu bagaimana cara penyebaran konten yang pas. Dalam hal ini pemilihan media sosial yang tepat pun sangat berpengaruh ternyata. Juga tidak terlepas dalam hal ini yaitu dengan melakukan organic advertising dan paid advertising. Jika organic advertising dilakukan dengan membuat konten dengan SEO  yang bagus dan rajin menyebarkannya, sedangkan paid advertising yaitu dengan mengiklankan berbayar seperti ads, sponsored post, paid promote, buzzer, influencer, dan lainnya.
Nah, dalam pemilihan media sosial yang pas tersebut perlu juga diketahui dengan kelebihan dan keunggulan fitur yang disediakan di media sosial tersebut. Dengan mengetahui fitur yang disediakan tiap media sosial tentu akan menambah keuntungan tersendiri. Dalam Facebook perlu diperhatikan dengan adanya Page Like, Page Popst Engagement, Video Views, dan Lead Ad. Instagram perlu diperhatikan yaitu Page Post Engagement, Link Clicks, dan Video Views. Twitter perlu diperhatikan Promoted Account, Web Clicks, Promoted Tweet, dan Leads on Twitter.
Sebagai contoh dengan penggunaan instagram sebagai media promosi yaitu dengan rajin memposting berita prommo produk dengan menggunakan foto dan juga teks (caption) yang menarik. Hal ini dilakukan di instagram minimal tiga foto dalam satu minggu. Begitupun target minimal untuk menarik konsumen yaitu dengan adanya promo pembuatan produk atau kegiatan menarik dalam pemasaran produk.
Belajar Digital Marketing dengan teori kurang seru donk jika tanpa ada pelaku bisnis nya. Nah, pada kesempatan tersebut pula, ternyata ada sharing session juga loh dari tim ISB, @thewarna, dan juga sophie paris.
Untuk sharing session dari ISB yaitu pengenalan tentang ISB dan seluk beluknya termasuk punggawa di ISB yaitu ada mbak Ani Berta, Liswanti Petiwi, Riri Restiani, Dama Vara. ISB yang memiliki motto “Learning, Sharing, networking, and Opportunities” kegiatannya tentunya juga untuk meraih untung dalam dunia blog.
Senada dengan hal tersebut pelaku bisnis yang diawali dengan kerja kerasnya dalam dunia digital marketing yaitu @thewarna. The Warna memasarkan produk dengan digital marketing dan juga reseller dan drop shipper. Melalui digital marketing, @thewarna memasarkan produk melalui fan page FB Sepatu The Warna dan Instagram @thewarna serta line di @thewarna dan web thewarna.com.
@thewarna ini merupakan sebuah produk fashion yang digawangi oleh Dany Anwar yang berasal dari Pontianak. Dany mengawali bisnis @thewarna dimulai dari nol yaitu dengan hijrahnya Dany dari Pontianak ke Bogor. Di lokasih hijrahnya pada lima tahun lalu, Dany belajar memulai untuk belajar membuat sepatu. Dengan bantuan pengrajin disana, Dany pun tinggal gratis dan memulai untuk fokus ke sepatu. Mulai untuk bisa memproduksi sepatu akhirnya Dany mencari investor yaitu dengan meminjam uang orang tuanya sebesar 5 juta dengan mempekerjakan dua orang karyawan. Kini, Dany memiliki karyawan sebanyak 62 an karyawan yang terbagi dalam bagian produksi, marketing, administrasi, dan juga keuangan.

Dany Anwar @thewarna sharing ilmu bisnis (dokpri)
 Mengapa diberi nama @thewarna ? Dany menjelaskan bahwa @thewarna itu merupakan singkatan dari The Wastra Nusantara. The wastra yang merupakan kain tradisional nusantara yang cantik, elegan dan punya makna tersendiri. Konsep sepatu di @thewarna itu sendiri merupakan inspirasi dari Dany yang ingin membudayakan kekayaan Indonesia ke kancah dunia dengan disain sepatu dari kain. Dany juga menjelaskan bahwa konsepnya kain dari Indonesia karena Dany pernah mengetahui bahwa disain kain dan batik di Indonesia itu sendiri belum termaksimalkan untuk promonya. Maka Dany lebih ingin menyebarkan dengan konsep sepatu di @thewarna yang merupakan perpaduan dari kain tersebut.
Kisah inspiratif dari Dany yaitu diawali dengan DO dari kampus nya hingga dirinya ingin bangkit untuk memulai bisnis. Diawali sepatu dan kini merambah ke konsep tas, dan juga fashion lainnya. Tak heran jika konsep kegigihan Dany membuahkan hasil hingga kepada meningkatnya hasil penjualan dan perlu diketahui bersama bahwa motto @thewarna yaitu “Pelopor Fashion Etnik di Indonesia” menghasilkan sebuah hasil yang berupa penjualannya hingga ke luar negeri. Go international gituh.. keren kan..
Nah, Konsep penjualan dengan memanfaatkan digital marketing ini, Dany pun berusaha mengupdate produk terbaru melalui media sosial @thewarna.
Selain @thewarna, bisnis lain yang juga sudah merambah ke digital markeing yaitu sophie martin.  Melalui website yang digawangi dengan sophieparis.com, bisnis sophie martin ini semakin meningkat. Bisnis Sophie martin yang berdiri sejak 1995 dan diawali dengan direct selling ini akhirnya merambah ke digital marketing karena adanya perkembangan jaman. Walhasil, penjualan pun semakin menggiurkan. Dan pada kesempatan sharing tersebut, sophie martin pun mengadakan demo kecantikan berupa merias wajah bersama mbak Titi. Dan saya yang cowok hanya melihat saja make over wajah tersebut.

demo make up oleh mbak Titi dari sophie martin
  Proses make over wajah tersebut dimulai dari membuat alis agar terlihat rapi, lebat dan menarik. Trus dilanjutkan dengan make up wajah dengan warna yang sesuai wajah. Pun dengan lipstik yang ciamik. Walhasil, seseorang relawan yang di make over menjadi cantik deh wajahnya dengan baluran hijab yang dikenakannya.
Nah, kalau kamu ingin juga memiliki berbisnis bersama sophie maka caranya cukup mudah yaitu bisa langsung datang ke Sophie Paris Lebak Bulus atau pun melalui web sophieparis.com yang ada petunjuk lengkapnya. Biaya pendaftaran untuk jadi reseller tersebut sebesar Rp. 25.000,- maka akan mendapatkan potongan harga sebesar 30% dari item yang dijual di sophie martin. Melalui sophie martin juga ada communitiy business nya sehingga poin-poin yang didapatkan saat belanja bisa menjadi keuntungan juga tuh..

yeay, ini dia pemenang i.g dan twitter, conratz... ups
 Kegiatan yang berlangsung di Nutrifood Inspiring Centre tersebut, semakin menarik dengan adanya lomba i.g dan twitter loh.. Alhamdulillah berhasil masuk sebagai pemenang i.g (perdana untuk menang dalam event live nih... hehehe...)  
Semakin menarik dan menggugah untuk berbisnis dan mendulang untung bukan, yuks saatnya kita manfaatkan media sosial..


poster kegiatan (ups, ad kesalahan tahun ya...)

6 komentar:

  1. Ternyata digital marketing itu luas sekali ya, sehingga media sosial hanyalah bagian kecil dari rimba raya digital marketing. Terima kasih mbak Sasya...

    BalasHapus
  2. Wahh seru banget workshopnya
    Banyak ilmu yang bisa diperoleh.
    Salam : konten gaptek

    BalasHapus
  3. wah, acaranya seru teh :)
    bisa ketemu banyak temen baru, dapet ilmu pula hihi
    keep sharing!

    salam kenal,
    ceritaliana.com

    BalasHapus